Pages

Site Info

Senin, 02 Mei 2011

Beribadah Di Atas Keraguan

Oleh: Syamsuddin Ramadhan al-Nawiy
Publikasi 24/06/2004

hayatulislam.net - “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Qs. al-Hajj [22]: 11).

Imam Ibnu Katsir menyatakan, “Menurut Mujahid, Qatadah serta ‘ulama-‘ulama tafsir lainnya, bahwa yang dimaksud ‘ala harf, adalah ‘ala syakk (di atas keraguan).” Ayat ini menyindir orang-orang yang menyembah kepada Allah di atas keraguan, bukan di atas keyakinan hatinya.

Imam Qurthubiy, di dalam tafsir Qurthubiy, mengutip penafsiran Ibnu ‘Abbas menyatakan, ‘Ayat ini berhubungan dengan kisah berikut ini: “Sejumlah orang Arab mendatangi Rasulullah Saw di Medinah, kemudian mereka masuk Islam. Jika setelah masuk Islam isteri mereka melahirkan anak laki-laki, dan ternak mereka berkembang biak, mereka menyatakan bahwa Islam adalah agama yang baik. Namun sebaliknya, jika mereka mendapati bahwa isterinya melahirkan anak perempuan, dan ternaknya tidak berkembang biak, mereka menyatakan bahwa Islam adalah agama sial (buruk). Kemudian mereka murtad dari Islam kembali.

Minggu, 01 Mei 2011

KRITERIA POLITISI BUSUK

Menjelang Pemilu 2004 mendatang, banyak pihak menghimbau masyarakat untuk menjauhi politisi busuk, tidak memasukkan mereka dalam daftar caleg, bahkan tidak mencoblos partai yang diduga kuat sebagai “sarang” politisi busuk. Politisi busuk akan membuat pemerintahan busuk yang pasti akan melahirkan penderitaan dan kezaliman yang berkepanjangan bagi rakyatnya.
Beberapa tokoh partai yang merasa jadi sasaran tembak menjadi gerah. Mereka menjawab himbauan tersebut dengan meminta penjelasan mengenai kriteria politisi busuk. Kalau politisi busuk adalah mereka yang melakukan KKN, itu bisa jadi baru fitnah atau pembunuhan karakter, kata mereka. Bahkan, andai tuduhan itu sudah diputus di pengadilan pun, masih harus ditunggu keputusan hukum tetap dari Mahkamah Agung (MA). Kalau kasasi MA membebaskan, ya berarti tuduhan KKN itu nihil, dan sang politisi tidak jadi masuk kategori busuk.

AGENDA UMAT PASCA PEMILU “PENCERDASAN POLITIK PEREMPUAN”

Mukaddimah
  Apa arti pemilu bagi umat ?  Iklan-iklan tentang pemilu yang bertebaran di sela-sela acara televisi dapat menjadi representasi jawaban.  Pemilu  adalah kesempatan bagi umat dalam menentukan nasibnya di masa depan, yaitu dengan memilih pemimpin yang dapat membawa dan memperjuangkan aspirasi umat.  Namun apakah setelah itu tugas umat dalam kancah perpolitikan bangsa berakhir ?  Atau justru baru dimulai ? Akan sulit bagi umat untuk menjawab pertanyaan ini tanpa tahu seperti apa seharusnya peran politik yang dimilikinya.  Dan sayangnya, justru kondisi inilah yang masih dominan di kalangan umat.  Terlebih lagi di kalangan perempuan. 
Opini yang terbentuk di kalangan perempuan menunjukan kepuasan mereka dengan ditetapkannya kebijakan kuota 30 persen anggota legislatif adalah perempuan.  Padahal kalau kita kaji lebih cermat, kuota ini justru adalah suatu pengakuan rendahnya kualitas politik perempuan.  Kalau kualitas politik perempuan memang memadai, apakah perlu bantuan aturan kuota untuk bisa menduduki kursi parlemen?
Sudah saatnya umat, termasuk kaum perempuan, merenungkan ulang kesadaran politik yang dimilikinya, agar tidak lagi terjebak dalam euphoria politik lima tahunan secara sia-sia. 

RUU INTELIJEN 2010: BENTUK TIRANI BARU?

Oleh: Harits Abu Ulya
(Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI)

Akhirnya secara aklamasi, anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna DPR  (kamis, 16/12/2010) menyetujui usulan RUU Intelijen Negara sebagai RUU Inisiatif dewan  yang akan di bahas dalam program legislasi Nasional tahun 2011. Sebelumnya RUU Intelijen versi BIN (Badan intelijen Negara) beredar di kalangan anggota DPR namun mengalami banyak penolakan. Kali ini RUU yang naskah akademiknya cukup lengkap dan  draft RUU yang sudah siap akhirnya disepakati, sekalipun substansinya tidak jauh beda dengan draft tahun 2006.

Diluar ring parlemen, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dipimpin oleh Ansyaad Mbai terkesan “ngebet” dengan UU Intelijen yang baru. Ini cukup beralasan, karena dalam berbagai kesempatan Ansyaad berpandangan adanya kelemahan intelijen khususnya dalam bidang pencegahan tindak terorisme. Dan perlu adanya penguatan legal frame (regulasi/UU) yang diharap bisa menutupi kelemahan  tersebut. Selama ini intelijen dianggap kurang bisa maksimal karena tidak ada kewenangan menangkap dan mengintrogasi tersangka tindak pidana terorisme.Dikesempatan lain, dalam sebuah simposium dia membeberkan pendapatnya dalam upaya meningkatkan ketentuan-ketentuan hukum yang selama ini dirasakan kurang efektif.
Karenanya, dengan disepakatinya RUU Intelijen untuk dibahas  dalam prolegnas (program legislasi nasional) 2011 bisa menjadi angin surga atas keinginan-keinginan konyol sebagian pihak. Kenapa demikian?,  karena dalam draft yang baru mengandung beberapa pasal yang multitafsir dan berpotensi  melanggar  hak-hak sipil warga Negara hanya karena alasan demi keamanan nasional.

Rabu, 27 April 2011

Tafakkur

Oleh Cahaya islam
HAYATILAH DETIK2 DI DALAM KISAH RASULLAH MENGHADAPI MAUT YANG PENUH DENGAN PENGAJARAN DAN IKTIBAR. SEMOGA IA DAPAT MENGINSAFI KITA… Subhanallah….

WAHAI Ikhwah dan akhwat…
Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai
menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,”keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.

Selasa, 26 April 2011

PEP
(Pemberdayaan Ekonomi Perempuan)
Bukan Solusi Kemiskinan


Masalah kemiskinan menjadi isu sentral di seluruh penjuru dunia bahkan menjadi ‘momok’ yang menakutkan karena menjadi penyebab munculnya problematika kemasyarakatan lainnya misalnya kriminalitas, kelaparan, kesehatan yang buruk, kematian, perceraian, dan lainnya. Di Indonesia sendiri lebih dari 70 juta rakyat miskin yang menerima raskin.

Perhatian dunia sendiri ditampakkan dalam KTT millennium tahun 2000 di New York dengan ditandatanganinya Millenium Declaration berisi 8 poin Millenium Development Goals (MDGs).

Pelibatan ini diwujudkan dalam program PNPM Mandiri, KUR, UMKM, dan lainnya dengan merangkul ormas, LSM, termasuk ormas perempuan. Untuk perempuan telah dicanangkan program khusus, yaitu Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (PEP).

Betulkah PEP merupakan solusi untuk kemiskinan???
PEP mulai marak disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu rumah tangga dan hal ini mendapat sambutan yang hangat. Tak heran memang, karena secara sekilas hal ini membawa hal positif, karena PEP memberikan keterampilan kepada perempuan, yang dengannya mereka bisa mendapatkan penghasilan sehingga perempuan bisa mandiri dalam hal ekonomi. Selain itu, dapat membantu kesejahteraan ekonomi keluarga sebagai minimnya gaji suami.

Senin, 25 April 2011

Hidup Sejahtera DiBawah Naungan Khilafah








                                  HIDUP SEJAHTERA
DI BAWAH NAUNGAN ISLAM

Oleh : Syamsuddin Ramadlan


KEHANCURAN SISTEM DUNIA

          Tanpa disadari, sistem dunia tengah memasuki holocoust peradaban yang sangat mengerikan.  Meskipun, kecenderungan ini telah disadari sejak awal tahun 70-an, --yakni, setelah diadakannya Konferensi Stockholm mengenai lingkungan manusia, dan terutama ketika diterbitkan sebuah blue print yang bertajuk, “ A Blue Print for Survival[1] dari The Ecologist, serta Laporan Pertama yang dikeluarkan oleh Club of Rome, The Limits to Growth[2]--, namun demikian belum ada satupun solusi tuntas untuk membarikade meluasnya kehancuran sistem dunia.
          Hampir semua krisis yang dihadapi sistem dunia sekarang ini berasal dari sejumlah kecenderungan multidimensional berikut ini;
1.        Meningkatnya pengaruh lingkungan terhadap aktivitas manusia.[3]
2.        Semakin sedikitnya sumber-sumber yang dilestarikan[4]l
3.        Peningkatan eksponensial penduduk dunia[5]
4.        Masalah-masalah peningkatan produksi pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk dunia[6].
5.        Meningkatnya kecenderungan-kecenderungan pada modernisasi dan industrialisasi dari hampir seluruh aktivitas manusia[7]
6.        Meningkatnya kecenderungan pada urbanisasi dan tumbuh suburnya megapolis.[8]